Skip to content
Rumah Jurnal
Menu
  • Sample Page
Menu

7 Game dengan Monetisasi Paling Tidak Masuk Akal yang Bikin Pemain Geram

Posted on November 13, 2025November 13, 2025 by admin

rumahjurnal.online Sistem monetisasi dalam industri game terus berkembang dari waktu ke waktu. Awalnya hanya sebatas ekspansi tambahan dan kosmetik opsional, kini banyak game yang menawarkan konten berbayar dalam jumlah besar, bahkan cenderung memaksa pemain mengeluarkan uang.

Fenomena ini memunculkan kritik tajam dari komunitas gamer. Tidak sedikit game yang reputasinya hancur akibat strategi monetisasi yang dianggap serakah. Beberapa bahkan dicap sebagai contoh terburuk dalam sejarah industri game modern.

Berikut adalah tujuh game yang paling banyak dikritik karena monetisasinya dinilai tidak masuk akal.


1. The Sims 4 – DLC Terlalu Banyak dan Harga Selangit

The Sims dikenal sebagai salah satu franchise simulasi kehidupan paling sukses. Namun, The Sims 4 menjadi sorotan karena menerapkan sistem DLC yang sangat mahal.

Jika ditotal, seluruh paket ekspansi, stuff pack, dan game pack The Sims 4 bisa mencapai lebih dari Rp22 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan game lain di genre yang sama.

Tidak sedikit pemain merasa bahwa EA memecah konten secara berlebihan dan menjualnya dalam bentuk paket terpisah yang sebenarnya bisa digabungkan. Kritik terhadap The Sims 4 bahkan terus muncul setiap kali EA merilis DLC baru dengan harga yang tidak murah.


2. Evolve – Contoh Buruk Monetisasi yang Merusak Potensi Game

Saat pertama kali dikenalkan, Evolve menjadi salah satu game yang menjanjikan. Konsep 4 vs 1 menghadapi monster raksasa membuat game ini punya peluang besar untuk sukses. Namun strategi monetisasi yang diterapkan justru menghancurkan reputasinya.

Evolve menjual banyak kosmetik, monster, dan hunter tambahan dalam bentuk DLC dengan harga tinggi. Pemain merasa konten yang seharusnya menjadi bagian dari game inti malah dijual terpisah.

Akibat kritik berkelanjutan dan jumlah pemain yang terus turun, Evolve akhirnya kehilangan popularitas dan mati secara perlahan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana monetisasi buruk dapat membunuh game dengan konsep potensial.


3. Destiny 2 – Konten Berbayar yang Dikunci dan Dihapus

Destiny 2 sering dipuji karena mekanik gameplay yang solid dan pengalaman multiplayer yang seru. Namun game ini juga menuai kritik keras terkait monetisasi.

Masalah terbesar datang dari kebijakan DCV (Destiny Content Vault). Bungie menghapus sebagian konten dari ekspansi lama, termasuk story mission, area, dan aktivitas yang sudah dibeli oleh pemain.

Selain itu, game ini terus merilis ekspansi berbayar yang harganya tidak murah. Pemain merasa dipaksa membeli konten baru untuk tetap bisa menikmati permainan secara penuh. Kondisi ini membuat banyak gamer menyebut Destiny 2 sebagai game yang “mahal untuk dipertahankan”.


4. NBA 2K Series – Microtransaction yang Sangat Agresif

Seri NBA 2K dikenal sebagai simulasi basket terbaik, tetapi sistem monetisasinya menjadi salah satu yang paling agresif.

Mode MyCareer dan MyTeam penuh dengan VC (Virtual Currency) yang bisa dibeli menggunakan uang asli. Peningkatan karakter berjalan sangat lambat jika pemain tidak melakukan top-up.

Akibatnya, banyak gamer menyebut NBA 2K sebagai “game free-to-play berharga premium,” karena meskipun game ini berbayar, sistem microtransaction di dalamnya sangat dominan.


5. Diablo Immortal – Puncak Monetisasi Pay-to-Win

Saat rilis, Diablo Immortal langsung diserbu kritik karena monetisasi ekstrem yang mengarah pada pay-to-win.

Untuk meng-upgrade gear ke level maksimal, estimasi biaya yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari ratusan juta rupiah. Hal ini membuat sistem progression sangat timpang antara pemain gratisan dan pemain berbayar.

Diablo Immortal akhirnya menjadi simbol game dengan monetisasi yang dianggap merusak pengalaman bermain, terutama bagi penggemar lama Diablo yang berharap pengalaman murni tanpa microtransaction agresif.


6. Star Wars Battlefront II – Lootbox yang Dianggap Eksploitasi

Star Wars Battlefront II pernah menjadi kontroversi global karena lootbox-nya dianggap mengeksploitasi pemain. Konten penting dan kekuatan karakter dikunci di balik lootbox berbayar, sehingga memicu tuduhan “gambling untuk anak-anak.”

Kritik dan backlash besar akhirnya memaksa EA untuk mengubah sistem progresi dan menghapus sebagian mekanik monetisasi tersebut. Kasus ini bahkan menjadi pembahasan di beberapa negara terkait regulasi lootbox.


7. Pokémon Unite – Monetisasi Pay-to-Win yang Mengecewakan Fans

Sebagai game MOBA dari franchise besar, Pokémon Unite sebenarnya punya potensi besar. Namun sistem monetisasi membuat banyak pemain kecewa.

Item upgrade bisa dipercepat menggunakan uang asli, sehingga menciptakan ketidakseimbangan dalam gameplay. Pemain yang membayar bisa meningkatkan efek item lebih cepat dan mendapatkan keunggulan besar dalam pertandingan.

Penggemar Pokemon yang berharap pengalaman kompetitif yang adil akhirnya merasa kecewa dengan arah monetisasi ini.


Penutup: Monetisasi Perlu Hati-Hati Agar Tidak Merusak Pengalaman

Monetisasi bukanlah hal yang buruk selama dilakukan dengan transparan dan tidak mengganggu pengalaman bermain. Namun ketika penerapannya berlebihan, game yang sebenarnya punya potensi besar bisa kehilangan pemain hanya karena dianggap terlalu serakah.

Daftar game di atas menjadi pengingat bahwa fokus pada kualitas gameplay dan kepercayaan pemain jauh lebih penting daripada memaksakan monetisasi agresif.

Cek Juga Artikel Dari Platform museros.site

Recent Posts

  • PPK Kemayoran Optimalkan Aset Negara untuk Kawasan Modern
  • 16 Game PC 2026 dengan Grafis Paling Berat
  • Nintendo Umumkan Pictonico Game Mini ala WarioWare
  • Capcom Cetak Rekor, Resident Evil Jadi Andalan
  • Xbox Game Pass Dikabarkan Siap Ekspansi ke Pasar China

PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan

©2026 Rumah Jurnal | Design: Newspaperly WordPress Theme