rumahjurnal.online Dunia gaming kembali memasuki babak revolusi baru. Di tengah tren perangkat mobile yang kian bertenaga, Valve—perusahaan di balik platform distribusi game PC terbesar, Steam—kini sedang mengembangkan terobosan teknologi yang memungkinkan game PC berjalan secara native di perangkat berbasis Arm, termasuk smartphone Android dan iPhone. Langkah ini berpotensi menghapus batas antara game PC premium dengan konsol genggam yang selalu kita bawa di dalam saku.
Selama ini, banyak game PC didesain untuk arsitektur x86 yang umum digunakan di komputer desktop dan laptop. Sementara itu, perangkat mobile, laptop Windows Snapdragon, dan Mac dengan chip M Series mengadopsi arsitektur Arm yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat sebagian besar game PC tidak bisa dimainkan langsung di perangkat berbasis Arm tanpa proses porting yang rumit.
Valve ingin menghapus hambatan itu.
Peran FEX dan Proton: Mesin Penerjemah Game PC
Menurut laporan teknis yang diungkap developer, Valve mendanai pengembangan FEX, sebuah tool emulasi open-source yang dirancang untuk menerjemahkan instruksi game PC x86 agar dapat berjalan pada chip berarsitektur Arm. Teknologi ini akan berjalan bersama Proton, layer kompatibilitas milik Valve yang selama ini sukses memungkinkan game Windows berjalan di Linux dan SteamOS.
Tujuannya jelas: developer tidak perlu repot melakukan porting jika teknologi ini bisa menjalankan game PC apa adanya di hardware Arm.
Pierre-Loup Griffais, pengembang utama SteamOS, menyebutkan bahwa Valve kini juga mempersiapkan Proton khusus untuk Arm. Dengan demikian, FEX dan Proton akan saling menopang:
- FEX → menerjemahkan struktur instruksi x86 menjadi Arm
- Proton → memastikan API dan software Windows tetap kompatibel saat dijalankan
Hasil akhirnya: game PC yang awalnya hanya untuk Windows x86 bisa berjalan mulus di Android, iPhone, iPad, Mac M-Series, dan laptop Windows Snapdragon tanpa harus di-cloud gaming.
Potensi yang Mengubah Peta Industri
Jika teknologi ini berhasil diwujudkan, dampaknya sangat besar.
1️⃣ Pasar game PC langsung masuk ke mobile
Sudah bukan zamannya lagi mobile gamer hanya mendapatkan versi “lite” atau game portingan sederhana. Game kelas berat seperti Elden Ring, Cyberpunk 2077, hingga GTA V secara teori bisa dimainkan di smartphone flagship, selama performa perangkat mencukupi.
2️⃣ Steam jadi platform lintas perangkat paling universal
Player bisa memainkan satu game library untuk PC, laptop, tablet, hingga HP tanpa harus beli ulang.
3️⃣ Tidak bergantung internet super cepat
Berbeda dari cloud gaming yang harus streaming dari server, teknologi ini memungkinkan gameplay offline seperti game PC pada umumnya.
4️⃣ Developer lebih simpel mengembangkan game
Tidak ada lagi “port Arm”, semua game x86 cukup lahir sekali lalu bisa bermain di mana pun.
Era akses game tanpa batas semakin dekat.
Bukti Konsep Sudah Bisa Dicoba di Android
Meski belum resmi diluncurkan secara global, versi awal dari kombinasi FEX + Proton sebenarnya sudah hadir dalam bentuk pengujian di aplikasi GameHub, produk dari GameSir. Melalui aplikasi itu, pengguna sudah bisa:
- Menjalankan game yang dimiliki di Steam Library
- Main di layar smartphone menggunakan kontrol virtual atau gamepad
- Tanpa harus mode cloud gaming
Masih banyak fitur yang dikembangkan, tetapi kehadiran bukti konsep ini membuktikan bahwa visi Valve sudah berada di jalur yang benar, bukan sekadar wacana.
Komunitas Open-Source Memegang Peran Besar
Salah satu aspek menarik dari proyek ini ialah FEX dibuat open-source. Artinya siapa pun bisa mempelajari, mengembangkan, dan menyempurnakan teknologinya.
Ryan Houdek, developer utama FEX, menyampaikan dukungan Valve menjadi alasan teknologi ini bisa berkembang lebih cepat. Pendanaan dari Valve membantu pembangunan framework jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan perusahaan komersial, tetapi juga menjadi teknologi milik seluruh komunitas.
Persaingan Baru di Dunia Gaming Mobile
Valve bukan satu-satunya yang bergerak. MediaTek sebelumnya juga memamerkan teknologi yang memungkinkan chip Dimensity menjalankan game PC Windows di Android. Namun, integrasi Valve dengan ekosistem Steam + Proton + komunitas developer menjanjikan solusi yang lebih matang dan berpotensi menguasai pasar lebih cepat.
Game mobile yang biasanya penuh monetisasi mikro mungkin akan segera menghadapi pesaing dari game PC premium dengan kualitas jauh lebih tinggi.
Kesimpulan: Dinding antara PC dan Mobile Akan Runtuh
Teknologi yang sedang digarap Valve ini membawa harapan baru bagi gamer:
→ Main game PC bebas di mana saja, di perangkat apa pun.
Jika sebelumnya kita memerlukan PC kelas monster untuk memainkan game AAA, ke depan mungkin cukup dengan ponsel flagship yang muat di saku. Ekosistem gaming akan semakin terbuka, fleksibel, dan bebas pilihan perangkat.
Ketika teknologi ini matang, kalimat “mobile gaming itu game ecek-ecek” akan segera menjadi kenangan masa lalu. Dunia gaming siap masuk era baru—di mana batas platform bukan lagi penghalang.

Cek Juga Artikel Dari Platform capoeiravadiacao.org
