Waralaba The Division Masuki Babak Baru
Kabar baru datang dari salah satu waralaba shooter paling populer milik Ubisoft, yaitu Tom Clancy’s The Division. Seri ketiga dari game ini, Tom Clancy’s The Division 3, dipastikan tengah memasuki tahap produksi.
Pengembangan game ini kembali ditangani oleh Massive Entertainment, studio yang selama ini identik dengan The Division dan juga tengah dikenal lewat proyek Star Wars Outlaws.
Yang menarik, seri ketiga ini disebut akan membawa pengaruh besar dibanding dua seri sebelumnya.
Diklaim Jadi “Hal Besar” dalam Sejarah The Division
Pernyataan tersebut datang langsung dari Julian Gerighty, Executive Producer Massive Entertainment. Dalam wawancaranya di kanal YouTube New Game+Showcase, Gerighty menyebut The Division 3 sebagai sesuatu yang “besar” bagi waralaba ini.
Ia menggambarkan proyek terbaru tersebut sebagai langkah ambisius yang berpotensi mengubah arah seri The Division ke level berikutnya. Meski tidak merinci detail teknis maupun gameplay, pernyataan ini cukup memicu antusiasme komunitas.
Bagi banyak penggemar, istilah “besar” mengisyaratkan adanya lompatan signifikan, baik dari sisi skala dunia, sistem permainan, maupun visi jangka panjang.
Julian Gerighty Kembali ke The Division
Julian Gerighty kembali terlibat langsung dalam waralaba The Division sejak 2023. Kepulangannya ke proyek ini menjadi sinyal penting bagi penggemar lama.
Sebagai sosok yang memahami fondasi The Division sejak awal, Gerighty dinilai memiliki visi kuat untuk membawa seri ini berkembang tanpa meninggalkan identitas aslinya.
Dalam wawancara tersebut, ia mengakui belum bisa membagikan banyak informasi, namun menegaskan bahwa timnya sangat antusias mengerjakan The Division 3.
Belum Ada Jadwal Rilis dan Platform Resmi
Hingga saat ini, Ubisoft belum mengumumkan jadwal rilis resmi The Division 3. Platform gaming yang akan menjadi rumah game ini juga masih belum diungkap.
Gerighty menegaskan bahwa proyek ini masih berada dalam tahap pengembangan awal. Karena itu, Ubisoft memilih untuk belum membuka detail lebih jauh ke publik.
Kondisi ini cukup wajar mengingat skala proyek yang besar dan ambisi untuk menghadirkan pengalaman baru yang matang.
Belajar dari The Division dan The Division 2
Dua seri sebelumnya menjadi fondasi penting bagi pengembangan The Division 3. Tom Clancy’s The Division memperkenalkan konsep looter-shooter dengan latar kota pasca-pandemi.
Sementara itu, Tom Clancy’s The Division 2 memperluas skala permainan, sistem endgame, dan pendekatan live service.
Dari dua seri tersebut, Massive Entertainment memperoleh banyak pelajaran, mulai dari desain dunia terbuka, balancing loot, hingga pentingnya konten jangka panjang.
The Division 2 Masih Terus Didukung
Meski fokus pada seri ketiga, Massive Entertainment tidak meninggalkan The Division 2. Game yang dirilis pada 2019 tersebut masih mendapatkan dukungan aktif hingga sekarang.
Gerighty mengonfirmasi bahwa The Division 2 akan menerima ekspansi baru bertajuk Survivors pada tahun ini. Dukungan berkelanjutan ini menunjukkan komitmen Ubisoft terhadap komunitas pemain setia.
Pendekatan ini juga memberi ruang bagi tim untuk menguji ide dan sistem yang mungkin memengaruhi pengembangan The Division 3.
Ekspektasi Besar dari Komunitas
Pernyataan bahwa The Division 3 akan menjadi proyek besar otomatis memicu ekspektasi tinggi. Banyak pemain berharap adanya perubahan signifikan pada struktur misi, eksplorasi dunia, dan variasi endgame.
Komunitas juga berharap Massive Entertainment mampu menghindari kesalahan desain sebelumnya, seperti repetisi konten atau ketergantungan berlebihan pada grinding.
Dengan teknologi yang semakin maju, The Division 3 diharapkan menghadirkan dunia yang lebih hidup dan dinamis.
Pengaruh Besar dari Seri Sebelumnya
Julian Gerighty menekankan bahwa The Division 3 akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman dari dua seri sebelumnya. Namun, pengaruh tersebut tidak berarti sekadar mengulang formula lama.
Sebaliknya, Massive Entertainment ingin menyaring elemen terbaik dari The Division dan The Division 2, lalu mengembangkannya dengan pendekatan baru.
Hal ini bisa mencakup desain kota yang lebih kompleks, AI musuh yang lebih adaptif, hingga sistem progresi yang lebih fleksibel.
Potensi Evolusi Gameplay
Meski detail belum diungkap, banyak pihak berspekulasi bahwa The Division 3 akan berevolusi dari sisi gameplay. Sistem looter-shooter kemungkinan tetap menjadi inti, namun dengan penyempurnaan besar.
Kemungkinan lain adalah integrasi elemen survival yang lebih kuat, interaksi lingkungan yang lebih mendalam, atau pendekatan narasi yang lebih sinematik.
Jika klaim “hal besar” benar adanya, perubahan tersebut bisa menjadi titik balik bagi waralaba ini.
Strategi Jangka Panjang Ubisoft
Bagi Ubisoft, The Division 3 bukan sekadar sekuel. Game ini berpotensi menjadi pilar penting strategi live service mereka di masa depan.
Dengan pengalaman dari berbagai proyek besar, Ubisoft tampaknya ingin memastikan The Division 3 memiliki umur panjang dan relevansi yang kuat.
Keberhasilan game ini akan sangat menentukan posisi The Division di tengah persaingan genre shooter modern.
Menunggu Pengumuman Resmi Selanjutnya
Untuk saat ini, informasi mengenai The Division 3 masih terbatas. Namun, pernyataan dari Julian Gerighty sudah cukup untuk memancing diskusi luas di komunitas gamer.
Para penggemar kini hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari Ubisoft, baik berupa teaser, trailer, maupun detail gameplay pertama.
Antusiasme yang terbangun sejak dini menjadi modal penting bagi kesuksesan proyek ini.
Penutup
Tom Clancy’s The Division 3 diklaim akan menjadi proyek besar dalam sejarah waralaba The Division. Dengan Massive Entertainment kembali memegang kendali dan pengalaman dari dua seri sebelumnya, ekspektasi terhadap game ini pun sangat tinggi.
Meski belum memiliki jadwal rilis atau platform resmi, sinyal yang diberikan Ubisoft menunjukkan ambisi besar. Jika pengaruh dari seri sebelumnya benar-benar diolah dengan tepat, The Division 3 berpotensi menjadi tonggak baru bagi genre shooter RPG modern.
Kini, bola berada di tangan Massive Entertainment untuk membuktikan bahwa klaim “hal besar” tersebut memang layak disematkan.
Baca Juga : Analis Perkirakan Pendapatan Steam Capai $1,6 Miliar
Cek Juga Artikel Dari Platform : footballinfo

