rumahjurnal – Kabar kurang menggembirakan datang dari ranah gim mobile. Setelah sempat digadang-gadang menjadi ekspansi besar ke platform ponsel, Call of Duty: Warzone Mobile dipastikan akan menghentikan layanan resminya pada April 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Activision selaku penerbit, sekaligus menandai akhir perjalanan singkat salah satu proyek ambisius di bawah payung waralaba Call of Duty.
1. Perjalanan Singkat yang Penuh Tantangan
Dirilis dengan harapan besar untuk membawa pengalaman battle royale berskala konsol ke perangkat mobile, Warzone Mobile menghadapi berbagai tantangan sejak awal. Mulai dari masalah optimasi di beragam tipe perangkat, ukuran file yang besar, hingga keluhan performa menjadi hambatan utama. Meski menawarkan peta ikonik dan progres lintas platform, adaptasi teknis di ekosistem mobile terbukti tidak semudah yang dibayangkan.
2. Persaingan Ketat di Pasar Mobile
Pasar battle royale mobile sudah lebih dulu dikuasai oleh judul-judul mapan dengan basis pemain solid. Warzone Mobile harus bersaing dalam ekosistem yang kompetitif, di mana stabilitas, aksesibilitas, dan pembaruan konten cepat menjadi kunci utama. Tanpa diferensiasi yang cukup kuat serta masalah teknis yang belum sepenuhnya terselesaikan, game ini kesulitan mempertahankan momentum setelah fase peluncuran awal.
3. Keputusan Hentikan Layanan April 2026
Activision mengonfirmasi bahwa server Warzone Mobile akan resmi ditutup pada April 2026. Setelah tanggal tersebut, pemain tidak lagi dapat mengakses mode daring maupun melakukan pembelian dalam gim. Biasanya, kebijakan semacam ini juga diikuti dengan penghentian distribusi dari toko aplikasi sebelum tanggal penutupan resmi, meski detail teknisnya bergantung pada kebijakan masing-masing platform.
4. Dampak bagi Komunitas dan Progres Pemain
Penutupan layanan tentu berdampak langsung pada komunitas yang masih aktif bermain. Progres akun, item kosmetik, serta pembelian dalam gim tidak lagi dapat digunakan setelah server dimatikan. Bagi sebagian pemain, ini menjadi pengingat bahwa gim berbasis layanan (live service) sangat bergantung pada keberlanjutan dukungan pengembang dan performa pasar.
5. Fokus ke Platform Utama dan Proyek Lain
Dengan dihentikannya Warzone Mobile, besar kemungkinan Activision akan memusatkan sumber daya pada pengembangan seri utama di konsol dan PC, termasuk pembaruan rutin Warzone versi utama. Langkah ini dinilai sebagai strategi efisiensi agar investasi dan tim pengembang dapat difokuskan pada produk dengan basis pemain yang lebih stabil dan ekosistem kompetitif yang sudah mapan.
Penutupan Call of Duty: Warzone Mobile pada April 2026 menjadi contoh bahwa tidak semua ekspansi besar berujung panjang umur, bahkan untuk waralaba sebesar Call of Duty. Meski demikian, keputusan ini juga membuka ruang bagi evaluasi dan inovasi di masa depan. Bagi industri gim, dinamika seperti ini adalah bagian dari siklus bisnis—di mana ambisi, tantangan teknis, dan realitas pasar bertemu dalam satu titik penentuan.

