Dalam beberapa tahun terakhir, industri game di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Seiring dengan penetrasi internet dan pertumbuhan jumlah pengguna smartphone, game mobile telah merajai pasar hiburan digital. Namun, game PC tetap memiliki basis penggemar yang kuat, khususnya di kalangan gamer hardcore dan komunitas eSports. Artikel ini membahas perbandingan popularitas antara game mobile dan PC di Indonesia dari segi pengguna, aksesibilitas, serta tren industri game lokal.
Dominasi Game Mobile di Kalangan Pengguna
Menurut laporan dari We Are Social dan Hootsuite tahun 2024, lebih dari 90% pengguna internet di Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk bermain game. Beberapa faktor yang menyebabkan popularitas game mobile meningkat pesat antara lain:
- Harga perangkat yang lebih terjangkau. Banyak smartphone entry-level kini mampu menjalankan game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, atau Free Fire.
- Ketersediaan koneksi internet seluler. Jaringan 4G yang luas memungkinkan bermain game di mana saja.
- Kemudahan akses dan distribusi game. Google Play Store dan App Store menyediakan ribuan game gratis atau freemium yang mudah diunduh.
Game mobile menjadi pilihan utama di kalangan pelajar, pekerja muda, hingga ibu rumah tangga yang mencari hiburan singkat namun menyenangkan.
Game PC: Tetap Eksis di Kalangan Hardcore dan Profesional
Meskipun game mobile merajai pasar, game PC tetap memiliki tempat tersendiri, terutama dalam skena kompetitif dan komunitas yang lebih mendalam. Beberapa alasan utama mengapa game PC masih diminati:
- Grafik dan gameplay lebih kompleks. Game seperti Valorant, Dota 2, dan Counter-Strike 2 menawarkan pengalaman bermain yang lebih mendalam.
- Komunitas dan ekosistem yang kuat. Banyak pemain PC tergabung dalam komunitas Discord, forum Steam, hingga tim eSports lokal.
- Modding dan kustomisasi. PC memberikan kebebasan lebih dalam mengatur game, seperti memasang modifikasi, add-ons, atau script.
Di ranah turnamen besar dan industri profesional, game PC masih menjadi tulang punggung eSports global dan Indonesia, seperti terlihat dari kejuaraan Dota 2 The International, VCT (Valorant), atau PUBG PC Pro League.
Tren dan Perubahan Konsumsi Game
Beberapa tahun belakangan menunjukkan adanya tren konvergensi. Banyak game PC yang dibuat versi mobile, dan sebaliknya. Contohnya, League of Legends yang merilis versi mobile (Wild Rift) dan PUBG yang punya versi mobile dan PC. Ini menunjukkan bahwa pengembang menyadari pentingnya menjangkau dua pasar sekaligus.
Namun, monetisasi dan perilaku pengguna di kedua platform masih berbeda. Pengguna game mobile cenderung memainkan game secara cepat (short session), sedangkan pengguna PC biasanya menghabiskan waktu lebih lama dalam satu sesi bermain.
Faktor Sosial dan Budaya
Game mobile lebih sering dimainkan secara kasual dan sosial, misalnya saat nongkrong atau istirahat kerja. Sementara itu, bermain game PC biasanya dilakukan di ruang pribadi, seperti warnet, kamar, atau studio gaming. Ada juga kecenderungan usia: pemain mobile umumnya lebih muda atau lebih santai, sedangkan pemain PC lebih fokus pada kompetisi atau eksplorasi game yang mendalam.
Dengan itu, game mobile jelas lebih populer dari sisi jumlah pemain dan aksesibilitas di Indonesia. Namun, game PC tetap unggul di kalangan gamer serius dan profesional. Keduanya memiliki pasar yang kuat dan akan terus berkembang secara paralel. Pengembang game dan pelaku industri harus bisa memahami karakteristik masing-masing pasar untuk menciptakan pengalaman bermain yang relevan dan berkelanjutan