M7 Wild Card Dimulai, Tidak Ada Laga Mudah
Babak M7 Wild Card resmi dimulai dan Day 1 langsung memberikan gambaran nyata betapa kejamnya persaingan di fase ini. Tidak ada ruang untuk pemanasan, tidak ada pertandingan “aman”. Sejak game pertama, tempo tinggi, draft berani, serta eksekusi disiplin menjadi standar yang harus dipenuhi setiap tim.
Empat tim sukses mencuri perhatian dengan menyapu bersih lawan mereka 2–0. Mereka bukan hanya menang secara skor, tetapi juga menunjukkan perbedaan kelas dari sisi makro, kontrol objektif, hingga pengambilan keputusan di momen krusial. Hari pertama Wild Card pun langsung terasa panas, penuh tekanan, dan sarat pesan bagi tim-tim lain.
Zone vs ZETA Division (2–0) Asia Timur Bentrok Keras
Pertandingan pembuka mempertemukan Team Zone melawan ZETA Division, duel sesama Asia Timur yang sejak awal diprediksi berlangsung ketat. Namun kenyataan di Land of Dawn berkata lain, karena Zone tampil dominan dari awal hingga akhir seri.
Game 1
Zone langsung mengamankan kontrol map sejak first blood dan Turtle pertama. Zxaura dengan Yi Sun Shin berperan sebagai pengatur tempo, memaksa ZETA terus bermain defensif. Draft Zone yang sarat crowd control membuat setiap teamfight menjadi mimpi buruk bagi ZETA. Setelah mengamankan Lord dan melakukan wipe krusial, Zone menutup game di bawah 11 menit.
Game 2
ZETA sempat mencuri first blood, namun kesalahan positioning di perebutan Turtle pertama berujung fatal. Jungler ZETA tumbang, dan sejak itu peta sepenuhnya dikuasai Zone. Semua turret ZETA runtuh tanpa satu pun turret Zone jatuh. Dengan keunggulan gold lebih dari 10 ribu, Zone menutup seri dengan sangat meyakinkan dan mengirim sinyal keras ke seluruh peserta Wild Card.
GZG vs AXE MENA (2–0) Draft Nyeleneh Berbuah Manis
Guangzhou Gaming alias GZG membuka kampanye mereka dengan gaya unik saat menghadapi AXE MENA. Seri ini menjadi bukti bahwa Wild Card adalah panggung kreativitas sekaligus mental baja.
Game 1
Laga langsung berubah jadi kekacauan khas Wild Card. Sepuluh kill tercipta sebelum menit ketiga. AXE unggul early berkat komposisi penuh crowd control, namun GZG tidak panik. Mereka sabar menunggu power spike late game. Setelah total 42 kill dan teamfight Lord penentu, GZG membalikkan keadaan dan mengakhiri game mendekati menit ke-20.
Game 2
GZG kembali mengejutkan dengan Freya Gold Lane. Kali ini permainan jauh lebih rapi dan terkontrol. Modi mendominasi EXP Lane dan selalu hadir di teamfight krusial, sementara Freya menjadi mesin penghancur di late game. Backline AXE tidak pernah aman. GZG mengunci kemenangan 2–0 dengan eksekusi bersih dan percaya diri.
Virtus Pro vs RLGE (2–0) Favorit Tak Tergoyahkan
Sebagai juara Wild Card sebelumnya, Virtus Pro datang dengan status favorit. Menghadapi RLGE, VP menunjukkan bahwa pengalaman turnamen level dunia masih menjadi pembeda besar.
Game 1
VP tampil hampir tanpa cela. Dalam dua menit pertama, mereka sudah unggul 4–0 kill. Bober dengan Zhuxin dan Pluto menggunakan Hylos menjadi pusat kekacauan, menghancurkan positioning RLGE di setiap teamfight. VP tidak kehilangan satu turret pun dan menutup game dengan cepat di menit ke-11.
Game 2
RLGE sempat mencuri first blood dan momentum awal, namun kesalahan kecil langsung dihukum mahal. Momen krusial terjadi di menit ke-6 ketika RLGE memaksa teamfight meski VP minus dua pemain—dan tetap kalah. Sejak itu, kontrol game sepenuhnya berada di tangan VP yang menutup seri di menit ke-12 dengan dominasi total.
Boostgate Esports vs LEON (2–0) Satu Kesalahan Berakibat Fatal
Seri terakhir Day 1 mempertemukan Boostgate Esports melawan LEON, duel yang menunjukkan betapa satu keputusan salah bisa langsung mengakhiri harapan.
Game 1
Boostgate Esports unggul early lewat agresi disiplin. LEON sempat membalik momentum setelah mengamankan Lord ketiga, namun Rx dengan Karrie menghancurkan harapan comeback lewat Maniac brutal. BGE langsung menutup game melalui mid lane tanpa memberi kesempatan napas.
Game 2
LEON sebenarnya memimpin early dan mengamankan beberapa objektif penting. Namun satu momen mengubah segalanya. Wackter dengan Chou membuka teamfight sempurna di Turtle kedua, memberi BGE tiga kill gratis. Kontrol map pun berpindah total. Kesalahan fatal terjadi saat lima pemain LEON fokus Lord, membiarkan Kazue melakukan backdoor mid lane untuk mengakhiri game secara dramatis.
Pelajaran Penting dari Day 1 Wild Card
Day 1 M7 Wild Card memperlihatkan bahwa pengalaman, disiplin makro, dan ketajaman draft adalah faktor penentu utama. Tim-tim yang menang tidak selalu unggul mekanik semata, tetapi tahu kapan harus bertarung, kapan menahan diri, dan bagaimana menghukum kesalahan lawan sekecil apa pun.
Zone tampil sebagai kekuatan baru Asia Timur, GZG membuktikan kreativitas bisa berjalan seiring kedisiplinan, Virtus Pro menunjukkan kelas juara, sementara Boostgate Esports tampil cerdas dan klinis di momen krusial.
Day 2 Menjanjikan Pertarungan Lebih Panas
Dengan empat tim langsung mengamankan kemenangan sempurna, tekanan di Day 2 akan meningkat drastis. Setiap game kini bernilai hidup-mati bagi klasemen. Tidak ada ruang untuk eksperimen setengah matang atau kesalahan berulang.
M7 Wild Card baru saja dimulai, tetapi atmosfernya sudah terasa seperti babak akhir. Jika Day 1 adalah peringatan, maka Day 2 akan menjadi ujian sesungguhnya. Wild Card M7 resmi memanas—dan ini baru awal.
Baca Juga : Game Gratis PS Plus Januari 2026 Resmi Diumumkan Sony
Cek Juga Artikel Dari Platform : radarbandung

