rumahjurnal – Peluncuran God of War: Sons of Sparta menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk sosok penting di balik kelahiran waralaba tersebut. Kreator awal seri God of War secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap arah baru yang diambil dalam proyek terbaru ini. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di komunitas, mengingat nama besar yang terlibat dalam sejarah panjang franchise ini.
1. Kritik Datang dari Kreator Asli
Salah satu kreator awal seri, David Jaffe, menyampaikan kekecewaannya terhadap pendekatan naratif dan desain gameplay yang dianggap terlalu jauh dari akar brutal dan intens yang dulu menjadi identitas utama God of War. Menurutnya, seri ini dibangun atas fondasi aksi tanpa kompromi, pertarungan spektakuler, serta karakter Kratos yang penuh amarah. Ia menilai perubahan tonal yang terlalu drastis berisiko mengaburkan identitas awalnya.
2. Arah Baru yang Lebih Sinematik dan Emosional
Sejak era reboot modern yang digarap Santa Monica Studio, God of War memang mengalami transformasi besar. Pendekatan kamera over-the-shoulder, eksplorasi hubungan emosional antar karakter, serta tempo permainan yang lebih terukur menjadi ciri khas baru. Sons of Sparta disebut melanjutkan formula tersebut dengan fokus lebih dalam pada dinamika karakter dan konflik batin, alih-alih sekadar aksi brutal.
3. Perdebatan Soal Identitas Seri
Kritik dari kreator awal memunculkan diskusi luas tentang apa yang sebenarnya mendefinisikan God of War. Sebagian penggemar setuju bahwa seri ini lahir dari gaya hack-and-slash yang agresif. Namun, banyak pula yang menilai evolusi adalah langkah wajar agar franchise tetap relevan di tengah perubahan selera pasar. Transformasi besar sebelumnya justru membawa kesuksesan kritis dan komersial, sehingga arah baru ini dinilai sebagai kelanjutan strategi tersebut.
4. Respons Komunitas Terbelah
Di media sosial dan forum komunitas, reaksi pemain terbelah. Ada yang merasa kritik tersebut valid karena mereka merindukan tempo cepat dan skala pertarungan masif ala trilogi awal. Di sisi lain, banyak pemain menikmati pendalaman karakter serta kualitas penceritaan yang lebih matang. Perdebatan ini menunjukkan betapa kuatnya keterikatan emosional penggemar terhadap waralaba legendaris ini.
5. Tantangan Mengelola Warisan dan Inovasi
Bagi Santa Monica Studio, tantangan terbesar adalah menyeimbangkan warisan masa lalu dengan tuntutan inovasi. Franchise yang bertahan lama sering kali harus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Dalam kasus Sons of Sparta, ekspektasi tinggi menjadi pedang bermata dua—setiap perubahan akan dibandingkan dengan kejayaan era sebelumnya.
Sorotan tajam terhadap God of War: Sons of Sparta menegaskan bahwa waralaba besar selalu berada di bawah pengawasan publik. Kritik dari kreator awal memang memberi perspektif historis yang penting, tetapi pada akhirnya arah masa depan seri ini akan ditentukan oleh bagaimana pengembang dan pemain memaknai evolusinya. Apakah perubahan ini akan memperkuat atau justru mengikis identitas God of War, waktu dan respons pasar yang akan menjawabnya.

