rumahjurnal.online PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi bisnis melalui perbaikan struktur pendanaan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa inti dari bisnis perbankan terletak pada kemampuan menghimpun dana. Dalam pandangannya, perbankan pada dasarnya adalah permainan pendanaan atau funding game.
Pernyataan tersebut menegaskan arah strategi BRI ke depan. Alih-alih hanya berfokus pada ekspansi kredit, manajemen kini menaruh perhatian besar pada penguatan funding franchise atau basis penghimpunan dana yang stabil dan berkelanjutan.
Menurut Hery, kualitas struktur pendanaan akan menentukan daya tahan bank dalam menghadapi dinamika ekonomi. Pendanaan yang kuat memberi ruang bagi bank untuk menjaga margin, meningkatkan efisiensi, serta memperluas pembiayaan secara sehat.
Funding Franchise Jadi Prioritas
Dalam industri perbankan, penghimpunan dana menjadi fondasi utama sebelum kredit dapat disalurkan. Tanpa struktur dana yang solid, pertumbuhan kredit berisiko membebani likuiditas dan profitabilitas.
BRI berupaya membangun funding franchise yang kuat melalui optimalisasi jaringan, digitalisasi layanan, serta peningkatan pengalaman nasabah. Strategi ini bertujuan memperluas basis dana pihak ketiga dengan biaya yang lebih efisien.
Fokus utama perusahaan adalah meningkatkan komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Dana jenis ini terdiri dari tabungan dan giro yang umumnya memiliki biaya bunga lebih rendah dibandingkan deposito.
Porsi CASA Terus Meningkat
Upaya memperbaiki struktur pendanaan mulai menunjukkan hasil. Porsi CASA yang sebelumnya berada di angka 66,6 persen dari total dana pihak ketiga mengalami peningkatan menjadi sekitar 71 persen.
Kenaikan ini mencerminkan keberhasilan strategi BRI dalam mengoptimalkan sumber dana berbiaya rendah. Dengan komposisi CASA yang lebih tinggi, bank memiliki ruang lebih luas untuk menjaga net interest margin dan meningkatkan profitabilitas.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa nasabah semakin percaya untuk menempatkan dana di BRI, baik melalui rekening tabungan maupun giro.
Strategi Digital dan Jaringan Luas
Salah satu kekuatan BRI terletak pada jaringan yang menjangkau hingga pelosok daerah. Kombinasi jaringan fisik yang luas dan transformasi digital menjadi faktor penting dalam menghimpun dana masyarakat.
Digitalisasi mempermudah nasabah membuka rekening, melakukan transaksi, dan mengelola keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang. Layanan digital yang kompetitif membantu meningkatkan loyalitas nasabah sekaligus menarik segmen baru.
Pendekatan ini juga mendukung efisiensi operasional. Dengan biaya operasional yang lebih terkendali, BRI dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih produktif.
Dampak terhadap Stabilitas dan Pertumbuhan
Struktur pendanaan yang kuat berperan penting dalam menjaga stabilitas likuiditas bank. Dalam situasi pasar yang fluktuatif, dana murah memberikan bantalan yang lebih stabil dibandingkan pendanaan berbasis deposito berjangka.
Selain itu, komposisi CASA yang tinggi mendukung kemampuan bank untuk menawarkan suku bunga kredit yang lebih kompetitif. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan di berbagai sektor, termasuk UMKM yang menjadi fokus utama BRI.
Pendekatan funding game yang ditegaskan manajemen juga menunjukkan bahwa pertumbuhan perbankan tidak hanya diukur dari ekspansi kredit, tetapi juga dari kualitas sumber dananya.
Tantangan dalam Menghimpun Dana
Meski menunjukkan tren positif, persaingan penghimpunan dana di industri perbankan tetap ketat. Bank-bank besar maupun digital berlomba menawarkan produk inovatif dengan fitur menarik untuk merebut dana masyarakat.
Kondisi suku bunga dan dinamika ekonomi global juga memengaruhi preferensi nasabah dalam menempatkan dana. Oleh karena itu, inovasi produk serta kualitas layanan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan pertumbuhan CASA.
BRI menyadari bahwa konsistensi strategi dan peningkatan kepercayaan publik menjadi penentu utama dalam menjaga momentum pertumbuhan dana murah.
Arah Bisnis Jangka Panjang
Penegasan bahwa banking adalah funding game menjadi refleksi visi jangka panjang BRI. Dengan fondasi pendanaan yang kokoh, bank dapat lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan pasar dan regulasi.
Ke depan, BRI diperkirakan akan terus memperkuat ekosistem layanan digital, memperluas inklusi keuangan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan stabilitas likuiditas.
Strategi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan perbankan bukan hanya soal agresivitas ekspansi, tetapi tentang bagaimana membangun struktur pendanaan yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan peningkatan porsi CASA dan komitmen membangun funding franchise yang kuat, BRI berupaya menempatkan diri pada posisi yang lebih tangguh di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

Cek Juga Artikel Dari Platform sultaniyya.org
