Analis Ungkap Harga HDD Naik Drastis dalam 4 Bulan
Kondisi pasar perangkat keras komputer saat ini tengah berada dalam fase yang tidak menentu. Setelah sebelumnya konsumen dikejutkan oleh lonjakan harga RAM dan SSD, kini giliran hard disk drive atau HDD yang ikut mengalami kenaikan harga secara signifikan.
Fenomena ini semakin memperkuat kekhawatiran para pengguna PC, khususnya komunitas perakit komputer dan pelaku industri penyimpanan data. Storage yang selama ini dianggap paling terjangkau kini mulai kehilangan keunggulan harganya.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga HDD menunjukkan tren naik yang cukup tajam dan terjadi secara merata di berbagai kapasitas.
Krisis Memori Beri Efek Domino
Kenaikan harga HDD tidak terjadi secara tiba-tiba. Industri teknologi global saat ini sedang terdampak krisis memori yang memengaruhi banyak lini produk.
Awalnya, lonjakan harga terlihat pada RAM DDR5 yang digunakan pada PC generasi terbaru. Tidak lama kemudian, SSD ikut mengalami kenaikan karena harga NAND Flash meningkat.
Kini, dampaknya merambat ke HDD yang sejatinya tidak sepenuhnya bergantung pada NAND, namun tetap terdampak dari sisi biaya produksi, logistik, dan permintaan pasar.
HDD yang Awalnya Stabil Kini Ikut Naik
Selama bertahun-tahun, HDD dikenal sebagai solusi penyimpanan berkapasitas besar dengan harga relatif murah.
Banyak pengguna memanfaatkan HDD untuk data arsip, backup, hingga server rumahan karena harga per gigabyte yang jauh lebih rendah dibanding SSD.
Namun kondisi tersebut mulai berubah. Dalam waktu singkat, harga HDD kini mengalami lonjakan yang tidak bisa lagi diabaikan.
Data Analisis dari ComputerBase
Sekelompok analis dari ComputerBase mengungkap temuan menarik terkait pergerakan harga HDD.
Berdasarkan data yang mereka kumpulkan, harga rata-rata HDD meningkat hingga sekitar 46,61 persen dalam rentang waktu empat bulan.
Analisis ini dilakukan dengan mengambil sampel 12 produk HDD paling populer di pasar PC untuk wilayah Eropa.
Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada satu merek atau satu kapasitas saja, melainkan hampir merata.
Contoh Kenaikan Produk Populer
Salah satu contoh yang mencolok adalah HDD Western Digital WD Red Plus berkapasitas 4TB.
Produk ini tercatat mengalami kenaikan harga lebih dari 50 persen dalam periode tersebut.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada HDD berkapasitas besar seperti Seagate BarraCuda 24TB yang melonjak lebih dari 60 persen.
Angka tersebut tergolong ekstrem mengingat HDD biasanya mengalami perubahan harga yang relatif stabil.
Kapasitas Besar Jadi yang Paling Terkena
Menariknya, HDD dengan kapasitas besar justru mengalami kenaikan paling tajam.
Produk dengan kapasitas belasan hingga puluhan terabyte kini semakin sulit dijangkau oleh pengguna rumahan.
Hal ini sangat berdampak bagi pengguna NAS, server kecil, hingga kreator konten yang membutuhkan ruang penyimpanan besar.
Kenaikan ini juga berpotensi memengaruhi sektor profesional seperti data center skala kecil dan penyedia layanan lokal.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga HDD
Ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu lonjakan harga ini.
Pertama adalah meningkatnya permintaan penyimpanan untuk kebutuhan AI dan data besar. Banyak perusahaan memerlukan media penyimpanan jangka panjang dengan biaya lebih efisien, dan HDD masih menjadi pilihan utama.
Kedua, kapasitas produksi pabrikan yang terbatas akibat fokus pada segmen enterprise.
Ketiga, biaya logistik dan bahan baku yang belum sepenuhnya stabil sejak krisis global sebelumnya.
Dampak terhadap Konsumen PC
Bagi konsumen, kenaikan harga HDD menjadi pukulan tambahan.
Sebelumnya, banyak pengguna mengandalkan kombinasi SSD kecil untuk sistem dan HDD besar untuk penyimpanan data.
Dengan harga HDD yang melonjak, strategi tersebut menjadi jauh lebih mahal.
Hal ini membuat biaya rakit PC secara keseluruhan meningkat meskipun komponen lain relatif stabil.
Komunitas PC Mulai Resah
Komunitas PC gaming dan enthusiast mulai menyuarakan kekhawatiran mereka.
Banyak pengguna yang menunda upgrade atau pembelian storage karena harga dinilai tidak masuk akal.
Diskusi di berbagai forum menunjukkan bahwa sebagian pengguna bahkan mulai mempertimbangkan solusi alternatif seperti cloud storage, meski memiliki keterbatasan tersendiri.
SSD Juga Tidak Menjadi Alternatif Murah
Ironisnya, SSD yang selama ini menjadi alternatif modern juga tidak berada dalam kondisi ideal.
Harga SSD ikut naik akibat mahalnya NAND Flash.
Dengan demikian, pengguna berada pada situasi sulit di mana hampir semua media penyimpanan mengalami kenaikan harga bersamaan.
Dampak Jangka Panjang bagi Industri
Jika tren ini berlanjut, industri PC berpotensi mengalami perlambatan pertumbuhan.
Harga storage yang tinggi dapat menghambat adopsi teknologi baru, terutama di segmen entry-level.
Bagi produsen, kondisi ini menjadi dilema antara menjaga margin keuntungan atau mempertahankan volume penjualan.
Harapan Pasar ke Depan
Para analis berharap kondisi ini bersifat sementara.
Jika produksi memori kembali stabil dan permintaan AI mulai seimbang, harga penyimpanan diprediksi bisa kembali turun.
Namun untuk jangka pendek, konsumen disarankan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian.
Kesimpulan
Data analis menunjukkan bahwa harga HDD mengalami kenaikan drastis dalam waktu singkat.
Lonjakan hingga puluhan persen membuktikan bahwa krisis memori global telah memengaruhi hampir seluruh lini storage.
Bagi pengguna PC, kondisi ini menjadi pengingat bahwa era storage murah mungkin mulai bergeser.
Ke depan, keputusan membeli perangkat penyimpanan perlu mempertimbangkan waktu dan kebutuhan dengan lebih matang agar tidak terbebani biaya yang terlalu tinggi.
Baca Juga : Spot Trailer Highguard di TGA 2025 Ternyata Gratis
Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan

