rumahjurnal.online Industri game mobile kembali mencatatkan pencapaian besar di tingkat global. Laporan terbaru menunjukkan bahwa pendapatan dari sektor ini terus mengalami pertumbuhan signifikan, menegaskan posisi game mobile sebagai salah satu tulang punggung ekonomi digital dunia. Nilai yang dihasilkan bahkan telah menembus angka ribuan triliun rupiah, sebuah capaian yang memperlihatkan betapa kuatnya daya tarik hiburan berbasis ponsel pintar.
Pertumbuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan gaya hidup digital, meningkatnya penggunaan smartphone, serta kebiasaan konsumsi konten instan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut. Game mobile kini bukan lagi sekadar hiburan ringan, melainkan telah berkembang menjadi industri besar dengan ekosistem yang sangat luas.
Laporan Terbaru Ungkap Kenaikan Pendapatan Global
Berdasarkan laporan State of Mobile 2026 yang dirilis oleh Sensor Tower, pendapatan game mobile secara global mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Total pemasukan industri ini mencapai lebih dari USD 81 miliar atau setara dengan sekitar Rp 1.300 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa minat pengguna terhadap game mobile masih sangat tinggi. Meski pertumbuhannya tidak melonjak drastis, tren kenaikan yang stabil menandakan industri ini berada dalam kondisi sehat dan berkelanjutan.
Game Mobile Tetap Jadi Penggerak Utama Hiburan Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, game mobile konsisten menjadi kategori hiburan digital paling dominan. Akses yang mudah, variasi genre yang luas, serta model bisnis fleksibel membuat game di perangkat seluler mampu menjangkau semua lapisan pengguna.
Mulai dari game kasual hingga kompetitif, semuanya memiliki pasar masing-masing. Hal inilah yang membuat pemasukan industri tetap kuat meskipun persaingan semakin ketat.
Pengeluaran Aplikasi Non-Game Justru Melonjak
Menariknya, laporan tersebut juga menyoroti fenomena lain di dunia aplikasi digital. Pengeluaran global untuk aplikasi non-game tercatat mengalami lonjakan hingga lebih dari 20 persen. Total belanja pengguna di kategori ini bahkan melampaui pendapatan game mobile.
Aplikasi berbasis video editing, streaming, hingga kecerdasan buatan menjadi pendorong utama tren ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi digital masyarakat semakin luas dan tidak lagi terfokus pada hiburan semata.
Aplikasi Produktivitas Jadi Primadona Baru
Di tengah dominasi game mobile, aplikasi non-game justru berhasil mencuri perhatian lewat fungsi praktis dan manfaat langsung bagi pengguna. Aplikasi pengedit video, layanan streaming hiburan, hingga platform AI menjadi bagian dari kebutuhan harian.
Popularitas aplikasi seperti CapCut, WeTV, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan memperlihatkan bahwa pengguna kini rela membayar lebih untuk kemudahan, efisiensi, dan pengalaman digital yang personal.
Belum Ada Game Tembus Pendapatan USD 1 Miliar
Meski pendapatan industri game mobile sangat besar, hingga kini belum ada satu judul game yang mampu menembus pendapatan lebih dari USD 1 miliar dalam periode terbaru. Pendapatan masih tersebar ke banyak judul dengan model live service yang berbeda-beda.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar game mobile semakin terfragmentasi. Tidak ada satu game yang benar-benar mendominasi, melainkan banyak judul yang berbagi pangsa pasar secara merata.
Model Live Service Jadi Kunci Bertahan
Sebagian besar game mobile saat ini mengandalkan model live service. Konten berkala, event terbatas, dan sistem pembaruan rutin menjadi strategi utama untuk menjaga keterlibatan pemain.
Pendekatan ini membuat umur game menjadi lebih panjang, sekaligus menjaga aliran pendapatan tetap stabil. Namun, tantangannya adalah mempertahankan pemain di tengah banjirnya pilihan game baru setiap tahun.
Perubahan Perilaku Pengguna Digital
Laporan ini juga menggambarkan perubahan besar dalam perilaku pengguna. Waktu penggunaan aplikasi meningkat, namun pengguna kini lebih selektif dalam membelanjakan uang mereka.
Pengeluaran tidak lagi hanya didorong oleh keinginan bermain, tetapi juga oleh nilai tambah yang dirasakan. Aplikasi yang mampu memberikan fungsi nyata cenderung lebih mudah menarik pembayaran berulang.
Industri Game Mobile Masih Punya Ruang Tumbuh
Meski pertumbuhan tidak setajam masa puncak pandemi, industri game mobile dinilai masih memiliki ruang berkembang yang besar. Pasar negara berkembang, peningkatan konektivitas, serta kemajuan teknologi perangkat menjadi peluang jangka panjang.
Integrasi kecerdasan buatan, grafis yang semakin realistis, serta konsep cross-platform juga diprediksi akan memperluas jangkauan industri ini ke level berikutnya.
Persaingan Semakin Ketat di Era Digital
Dengan nilai pasar yang terus membesar, persaingan di industri game mobile pun semakin sengit. Pengembang dituntut tidak hanya menghadirkan gameplay menarik, tetapi juga pengalaman pengguna yang nyaman dan berkelanjutan.
Brand besar, studio independen, hingga perusahaan teknologi kini sama-sama berlomba memperebutkan perhatian pengguna. Situasi ini menjadikan industri semakin dinamis dan penuh inovasi.
Masa Depan Ekonomi Aplikasi Global
Data dari laporan State of Mobile 2026 menegaskan bahwa ekonomi aplikasi global masih berada dalam tren positif. Baik game maupun non-game sama-sama memainkan peran penting dalam membentuk ekosistem digital modern.
Dengan nilai pendapatan yang telah menembus ribuan triliun rupiah, industri ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pilar utama ekonomi digital dunia yang akan terus berkembang seiring perubahan teknologi dan kebiasaan masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform faktagosip.web.id
